Bimbingan belajar atau bimbel saat ini banyak sekali bermunculan. Lihat saja berapa banyak jumlah bimbingan belajar yang tersebar di Indonesia? Penyebarannya bahkan hingga ke kota-kota di luar Jakarta, termasuk di antaranya Jogjakarta.
Semakin
meningkatnya jumlah siswa yang mendaftar di lembaga bimbingan belajar juga
diakibatkan besarnya keinginan sisa untuk memperoleh nilai yang baik di sekolah
dan pada akhirnya bisa masuk ke perguruan tinggi negeri yang mereka inginkan.
Namun, banyaknya
lembaga bimbel Jogja yang bermunculan terkadang membuat orang tua bingung
memilih bimbel yang terbaik. Nah, daripada bingung, cek artikel berikut ini
untuk mengetahui 3 ciri bimbel Jogja yang keren dan kompeten.
Mampu Memenuhi Kebutuhan Belajar Siswa
pixabay.com
Tugas utama
bimbel adalah memenuhi kebutuhan siswa yang merasa kurang paham akan materi
yang sudah diajarkan di sekolah. Untuk itu, pastikan bimbel yang kamu pilih memiliki
program dan pengajar yang mampu menjelaskan lebih detail serta mampu melengkapi
apa yang masih kurang dipahami di sekolah.
Mampu Memberikan Metode dan Strategi Memahami Pelajaran
pixabay.com
Beberapa mata
pelajaran bisa dipelajari dengan lebih mudah melalui strategi-strategi tertentu
yang terkadang tidak diajarkan dalam metode pengajaran konvensional di sekolah.
Nah, ciri bimbel Jogja yang kompeten adalah memiliki program yang memberikan
metode dan strategi kepada siswa untuk memahami materi dan mengerjakan soal
agar lebih paham & bisa mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan baik.
Memberikan Konseling Minat dan Bakat Siswa
pixabay.com
Memasuki
masa-masa tahun terakhir di SMA, banyak siswa yang masih merasa galau untuk
memilih jurusan dan universitas yang diinginkan. Ciri bimbel Jogja yang keren
adalah memiliki program yang memberikan konseling terhadap minat dan bakat
siswa. Dengan program konseling tersebut, bimbel akan mengarahkan siswa dalam
menentukan jurusan dan universitas yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
Nah, semua
ciri-ciri bimbel Jogja yang keren tersebut bisa kamu
dapatkan di Bimbel Teladan. Bimbel yang akan menjadi endorser bagi siswa untuk
memunculkan potensi dan keunggulan siswa untuk memperoleh hasil yang terbaik.
Untuk informasi selengkapnya, kamu bisa menghubungi langsung kontak WhatsApp,
SMS dan teleponnya di nomor 08121910697 atau 081289008297.
Tingkat kesulitan bacaan pada suatu buku sangatlah beragam. Tentu ini sangat menantang untuk Anda yang gemar membaca dan sedang melatih anak untuk gemar membaca.
Tingkat kesulitan bacaan pada suatu buku sangatlah beragam. Meskipun sebagian sangat menantang, lainnya diperuntukkan bagi anak kecil. Oleh karenanya, terkadang penting bagi orangtua dan pembaca muda untuk menentukan tingkat kesulitan bacaan buku. Dengan demikian, Anda dan anak bisa membaca buku yang sesuai kemampuan masing-masing. Terakhir, dengan menggunakan berbagai hal seperti skala Flesch-Kincaid atau rumus tingkat kemudahan membaca SMOG, daftar konsultasi, aplikasi, dan sistem pengukuran lainnya, Anda bisa menentukan tingkat kesulitan bacaan buku tertentu.
Metode 1 : Memeriksa Buku dan Menggunakan Internet
1. Lihat tingkat kesulitan bacaan pada buku. Banyak buku, terutama buku anak-anak akan mencantumkan tingkat kesulitan bacaan pada sampul buku. Inilah cara termudah untuk mengetahui tingkat bacaan suatu buku. Periksa:Sampul depan,Sampul belakang, Beberapa halaman pertama buku
2. Periksa konten buku untuk mengetahui kerumitannya. Pindai beberapa halaman buku untuk mengira-ngira tingkat kesulitan buku. Kata-kata yang panjang dan kalimat kompleks akan menandakan tingkat kesulitan bacaan yang tinggi. Anda juga perlu mencari kata-kata yang mengidikasikan buku diperuntukkan audiensi tertentu.
Sebagai contoh, kalimat berima dapat menandakan buku untuk anak-anak, sementara kata-kata yang berkaitan dengan sekolah dapat menunjukkan buku diperuntukkan bagi anak sekolah. Gunakan pengalaman membaca Anda untuk memperkirakan tingkat kesulitan struktur kalimat dalam buku.
3. Unduh aplikasi yang membantu menentukan tingkat kesulitan bacaan. Ada beragam aplikasi perangkat seluler yang mampu membantu Anda mengetahui tingkat kesulitan bacaan. Caranya, pindai ISBN buku memakai aplikasi terkait untuk melakukan cek silang dengan beragam pangkalan data (database) yang menangani tingkat kesulitan bacaan. Sederhananya:
a. Cari toko aplikasi tertentu untuk aplikasi tingkat kesulitan bacaan, lalu unduh.
b. Sebagian aplikasi, misalnya Levelit dan Literacy Leveler, memungkinkan Anda memindai ISBN buku dan melihat skor Lexile-nya, ekuivalen tingkat kesulitan, dan data lainnya.
4. Lihat daftar buku untuk usia anak atau kelas tertentu. Ada beragam daftar buku yang tersedia di internet untuk usia dan kelas anak Anda. Walaupun tidak semua buku tercantum dalam daftar, cukup banyak daftar yang lumayan komprehensif. Coba cek:
Daftar buku The New York Public Library yang ada di http://kids.nypl.org/book-lists. Daftar ini berisi buku-buku bagi anak pra-TK sampai usia 6 tahun.
Daftar buku sesuai kelas anak di http://www.greatschools.org/gk/book-lists/
Daftar buku di https://www.scholastic.com/teachers/bookwizard/
5. Tentukan tingkat Lexile. Tingkat Lexile adalah ukuran untuk menentukan tingkat kesulitan bacaan buku. Untuk menentukan tingkat Lexile buku, gunakan fungsi pencarian di Lexile.com.
Caranya:
a. Kunjungi https://www.lexile.com/
b. Masukkan judul, pengarang, atau ISBN buku dalam kotak “Quick Book Search” (pencarian cepat) di kanan atas situs. Kemudian, klik “search” (cari).
c. Situs akan menampilkan beragam versi dari berbagai buku, bersama rentang usia pembaca buku, dan skor Lexile.
6. Gunakan alat pencarian Accelerated Reader. Accelerated Reader adalah pangkalan data tempat Anda bisa memasukkan judul buku untuk memperoleh informasi relevan, misalnya tingkat kesulitan bacaan.
Caranya:
a. Kunjungi http://www.arbookfind.com/default.aspx
b. Masukkan judul buku dalam kotak “Quick Search” dan tekan enter (masuk).
c. Situs akan menampilkan informasi perihal buku, termasuk “Interest Level” (tingkat minat) buku, tingkat kesulitan bacaan buku, dan tingkat Lexile-nya.
Metode 2 : Menggunakan Skala Flesch-Kincaid
1. Pilih tiga bagian dari buku. Setelah mengulas jumlah halaman buku, pilih tiga halaman secara acak. usahakan memilih dari bagian buku yang berbeda. Kemudian, verifikasi apakah setiap halaman yang dipilih memiliki minimal satu paragraf penuh atau tidak. Kalau tidak, pilih paragraf dari halaman berikutnya.
a. Kalau buku memiliki 80 halaman, Anda bisa memiliki (misalnya) halaman 5, 25, dan 75. Anda bisa memilih sembarang halaman. Kemudian, pastikan setiap halaman memiliki paragraf penuh. Kalau halaman 25 adalah ilustrasi, gunakan paragraf di halaman 26.
2. Tik ketiga paragraf ke Microsoft Word. Lakukan secara perlahan dan akurat. Penting untuk menyertakan ketiga paragraf tersebut karena Anda membutuhkan sampel cukup besar sehingga bisa mengetahui sebenarnya tingkat kesulitan bacaan dari buku terkait.
3. Tekan “Spelling & Grammar” (ejaan dan tata bahasa). Setelah mengetik ketiga paragraf yang dipilih, tekan tombol spell check (cek ejaan) di Microsoft Word. Ketika menekan spell check, Word akan memeriksa ejaan dan menghasilkan statistik bagian yang ditik. Cari melalui daftar sampai menemukan “Readability” (tingkat kesulitan bacaan). Di bawahnya, Anda akan melihat skala Flesch-Kincaid.
Apabila Word tidak menampilkan Skala Flesch-Kincaid, pergi ke File (berkas), lalu Options (opsi), klik Proofing, dan klik kotak yang bertuliskan, “Show readability statistics” (tampilkan statistik tingkat bacaan). Sekarang, kapan pun Anda memakai fungsi spell check, Word akan menampilkan tingkat kelas teks apa pun yang telah ditik.
Metode 3 : Mencoba Sistem SMOG
1. Pilih 30 kalimat dari suatu buku. Pastikan memilih 10 dari awal buku, 10 dari tengah, dan 10 di akhir. Penting untuk memilih kalimat dari seluruh bagian buku karena akan memberikan hasil lebih akurat terkait tingkat kesulitan buku.
2. Lingkari dan hitung semua kata yang memiliki tiga silabel/suku kata atau lebih. Baca seluruh kalimat yang dipilih dan lingkari semua kata bersilabel tiga atau lebih. Anda bisa mengidentifikasi kata-kata ini dengan mengucapkan atau melihat seberapa berbeda suara yang didengar. Kalau tidak, Anda bisa menahan tangan di bawah dagu ketika mengucapkan kata dan merasakan seberapa sering dagu Anda turun. Hal ini termasuk repetisi kata yang sama. Cocokkan kata-kata ini. Hitunglah:
Kata bertanda penghubung sehingga menjadi satu kata.
Angka panjang yang dieja.
Singkatan seakan dieja sepenuhnya.
3. Hitung akar kuadrat kata bersilabel tiga. Ambil jumlah angka kata bersilabel tiga dari 30 kalimat yang dipilih, lalu hitung akar kuadratnya. Bulatkan hasilnya ke angka penuh terdekat.
Sebagai contoh, jika terdapat 45 kata bersilabel tiga dalam 30 kalimat yang dipilih, akar kuadratnya adalah 6,7. Bulatkan menjadi 7.
Anda bisa menghitung akar kuadrat secara manual atau memakai kalkulator. Silakan memakai kalkulator daring ini: http://www.math.com/students/calculators/source/square-root.htm
4. Tambahkan akar kuadrat dengan tiga. Setelah akar kuadrat dibulatkan ke angka terdekat, tambahkan dengan 3. Hasilnya adalah tingkat kelas SMOG (tingkat kesulitan bacaan) buku yang dipilih.
Sebagai contoh, jika ada 45 kata bersilabel 3 dengan akar kuadrat 6,7, bulatkan menjadi 7 dan tambahkan dengan 3. Hasilnya adalah tingkat kelas SMOG sebanyak 10. Artinya, buku sesuai untuk anak-anak di kelas 10 SMA.
Metode 4 : Menggunakan Tingkat Kesulitan Bacaan
1. Perkirakan tingkat kemampuan membaca anak. Minta anak membaca bagian dalam buku yang sesuai dengan kelasnya. Kemudian, minta anak untuk menjelaskan arti bagian tersebut. Kalau anak memahami bagian dan bisa menjawab sebagian besar pertanyaan, kemampuan membacanya sesuai dengan tingkat tersebut. Kalau anak kesulitan, kemampuan membacanya dapat lebih rendah dari kelasnya. Kalau anak tampak sangat memahami bacaannya, kemampuan membacanya bisa lebih tinggi dari kelasnya.
Anda bisa bertanya, “Menurutmu apa yang akan dilakukan Susi?” atau “Menurutmu kenapa Susi menolak membantu temannya?”
Kalau Anda merasa kemampuan membaca anak lebih tinggi dari kelasnya, Anda bisa mengulangi proses dengan pilihan bacaan yang lebih sulit.
2. Biarkan anak membaca melebihi tingkat kemampuannya kalau bisa. Tidak semua orang membaca di tingkat yang sama, dan anak dengan kemampuan membaca lebih dari kelasnya sebenarnya normal. Dalam kasus ini, buku yang agak lebih sulit dapat cocok bagi anak.
Minta anak menjelaskan bacaannya untuk menentukan apakah buku tersebut bagus untuknya.
Periksa buku yang dipilih anak untuk memastikannya tidak berisi konten tidak pantas, misalnya hal-hal dewasa.
3. Pilih buku dengan tingkat kesulitan rendah bagi anak yang kesulitan membaca. Anak yang kemampuan membacanya berada di bawah kelas sebenarnya juga normal, dan hal ini tidak masalah. Kalau anak kesulitan, bantu dia menemukan buku yang sesuai dengan kemampuannya.
Baca buku bersama anak untuk mendorong minat membacanya, yang akan membantu meningkatkan keterampilannya.
Membaca sangat penting bagi perkembangan bahasa dan akan semakin penting seiring kemajuan pendidikan sekolahnya
Usahakan menemukan buku berisi topik yang disukai anak, misalnya olahraga dan kuda.
Menguasai cara belajar efektif akan membantu Anda meraih sukses
Cara Belajar Lebih Efisien (Pxhere)
Menguasai cara belajar yang lebih efisien akan membantu Anda meraih sukses. Untuk menyiapkan diri menyongsong sukses, ciptakan rencana dan strategi yang melibatkan semua sumber daya untuk belajar. Dorong diri untuk terus berpikir positif saat belajar, lalu pastikan Anda memilih tempat yang tenang dan terbebas dari gangguan.
Anda pun akan mengetahui strategi belajar yang lebih cerdas seperti membuat ulangan pribadi, menulis ulang catatan, dan memastikan Anda menyisihkan cukup waktu untuk beristirahat di sela-sela waktu belajar.
Tips cara belajar lebih efisien
Metode 1 : Menyiapkan Diri Meraih Sukses
Catat semua sumber daya yang ada. Duduk dan buat daftar materi yang kira-kira akan muncul dalam ujian atau ulangan. Lalu, tuliskan semua sumber daya yang Anda miliki untuk membantu Anda mempelajari informasi seperti mengikuti latihan ujian atau bergabung dengan kelompok belajar.
Buat rencana belajar. Setelah mengetahui kebutuhan Anda dalam belajar dan cara memanfaatkan sumber daya yang ada, duduk dan buatlah jadwal belajar. Waktu yang dijadwalkan harus dikhususkan hanya untuk belajar dan menjalankan rencana yang telah dibuat.
Jadwal Belajar
Siapkan waktu lebih banyak daripada yang mungkin dibutuhkan.
Miliki pola pikir positif. Anda harus berpikir sepositif mungkin saat belajar. Jika emosi Anda terganggu, upaya untuk belajar dan memahami materi akan menjadi kurang efektif. Cobalah berpikir positif saat belajar dan hindari membandingkan diri dengan orang lain.
Sugesti Pikiran Positif
Cobalah mengatakan hal-hal positif kepada diri sendiri sebelum belajar, seperti, “Aku pasti lulus dengan nilai istimewa!”
Jika Anda mendapati diri berpikir negatif seperti, “Nilai ulanganku kali ini pasti jelek,” segera hentikan. Ganti dengan pikiran positif, seperti “Aku akan menguasai materi ini dan berhasil mendapat nilai bagus!”
Cari tempat belajar yang sepi dan tidak banyak gangguan. Tempat belajar turut memengaruhi efektivitas belajar Anda. Jika terganggu oleh televisi, internet, atau bahkan teman sekamar, Anda akan kesulitan belajar seefektif di ruang yang sepi dengan lebih sedikit gangguan.
Manfaatkan perpustakaan. Carilah tempat nyaman yang jarang dilewati orang dan mulailah belajar.
Belajarlah pada sore hari di kafe yang tenang.
Belajarlah ketika teman sekamar Anda sedang bekerja atau ke sekolah. Dengan demikian, Anda memiliki tempat belajar sendiri.
Ilustrasi Belajar (Foto : hipwee)
Metode 2 : Belajar Cerdas
Belajarlah dalam beberapa interval. Waktu belajar yang panjang tanpa jeda tidak membantu Anda mempelajari materi secara efektif. Untuk menjadi pembelajar efektif, Anda perlu mengambil jeda untuk istirahat. Cobalah belajar dalam interval 30 menit, dan beristirahatlah selama 5-10 menit di akhir interval.
Buatlah kuis dan kerjakan. Gunakan kartu flash, yaitu kartu berisi informasi baik berupa gambar, angka, maupun teks. Anda juga bisa membuat ulangan pribadi dan latihan ujian. Cara-cara tersebut membantu Anda mempelajari informasi lebih efektif. Anda akan memahami materi lebih baik dengan mengikuti tes ketimbang hanya membaca ulang. Cobalah membuat kartu flash dan membuat pertanyaan dari situ. Anda bisa juga mengadakan ulangan pribadi dengan soal soal buatan sendiri atau latihan praktik. Jika kesulitan mengadakan ulangan atau latihan tersebut, mintalah bantuan pengajar.
Ilustrasi Flashcard Untuk Belajar (Google)
Gunakan indra Anda sebanyak mungkin. Beberapa orang memahami informasi lebih baik ketika melibatkan banyak indra. Salah satu cara menggabungkan indra-indra tersebut saat belajar adalah membaca catatan Anda keras-keras sembari menuliskannya kembali. Cara ini menggunakan beberapa indra dan mungkin dapat membantu Anda memahami materi lebih efektif.
Gunakan permainan memori. Cobalah menggunakan lagu, akronim, atau cara mnemonic untuk mengingat materi. Contohnya, kalau perlu mengingat catatan tentang unsur golongan 2A atau alkali tanah (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra), Anda bisa menggunakan rangkaian kata yang mudah diingat seperti “Beli Mangga Campur Sirup Bau Racun”.
Manfaatkan Highlighter Untuk Memberikan Tanda Info Yang Penting (PXHERE)
Metode 3 : Menggunakan Catatan untuk Belajar
Tulis ulang catatan Anda. Saat menuliskan kembali catatan, sebetulnya Anda sedang mengulang materi yang telah Anda dapatkan. Pengulangan ini membantu Anda mengingat kembali catatan dengan lebih efektif. Cobalah menyalin catatan sebelum ulangan atau ujian untuk membantu Anda mengingat materi lebih baik.
Tuliskan catatan atau garis besar materi milik orang lain dengan kata-kata Anda sendiri. Anda boleh menyalin catatan orang lain sesekali, tetapi tuliskan dengan kalimat Anda sendiri. Menuliskan materi dalam kalimat Anda sendiri akan membantu Anda mengingat poin-poin penting.
Catat garis besar materi yang perlu Anda pelajari. Membuat garis besar materi dan catatan pelajaran merupakan cara aktif untuk mempelajari catatan dan materi yang diberikan saat pelajaran. Cobalah membaca catatan dari guru dan buatlah garis besar materi yang diajarkan di kelas. Saat membuat garis besar tersebut, Anda juga bisa memasukkan materi dari buku pelajaran.
Jadwal SBMPTN dan SNMPTN Mandiri 2019 (foto : medcom.id)
Sahabat, ada beberapa perubahan pada alur SBMPTN 2019. Kalau sebelumnya kalian harus fokus merancang strategi untuk pilih jurusan dan PTN dulu baru belajar, pada SBMPTN 2019 nanti, kalian harus fokus belajar dulu, barulah memilih jurusan dan PTN. Yuk, simak lengkapnya di bawah ini:
Daftarkan diri kamu untuk ujian (Saintek/Soshum) sesuai jurusan di PTN terdekat.
Ujian
dilaksanakan. Materi soal yang akan diujikan adalah Tes Potensi
Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Saintek/Soshum.
Pengumuman nilai diterima secara individu.
Apabila
belum puas dengan nilai yang kamu dapatkan, kamu bisa mendaftar dan
mengikuti 1 ujian lagi (Maksimum 2 kali mengikuti ujian per orang tiap
tahunnya).
Hasil tes digunakan untuk mendaftarkan diri kamu ke 2 PTN pilihan.
Pengumuman kelulusan dilakukan oleh PTN lewat seleksi internal.
Secara sederhana, beginilah kira-kira gambaran alur baru SBMPTN 2019:
Daftarkan diri untuk ujian ->
Melaksanakan ujian -> Pengumuman -> Daftarkan diri untuk 2 PTN
pilihan -> Pengumuman kelulusan dari PTN.
Perbedaan SBMPTN 2019 dengan Sebelumnya
Perbedaan SBMPTN 2018 dengan SBMPTN 2019 (foto : Quipper)
Ada beberapa perbedaan pada SBMPTN tahun depan yang mungkin akan bikin kamu kaget dan gak nyaman. Misalnya seperti ujian tertulis di kertas yang berubah jadi di komputer. Mau tahu lengkapnya? Simak di bawah ini, ya.
1. Metode Tes: Uji Tulis Berbasis Komputer alias UTBK
Sahabat, kamu mesti berlatih keras karena tahun depan ujian menggunakan kertas akan ditiadakan dan diganti dengan Uji Tulis Berbasis Komputer alias UTBK. Mohammad Nasir selaku Menristekdikti optimis kalau kebijakan ini lebih terjamin prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai dengan perkembangan teknologi di era digital. Selain itu, biaya UTBK juga akan jauh lebih murah. Agar kamu siap dengan UTBK nanti, pastikan kamu banyak mengikuti online tryout.
2. Alokasi & Komposisi Daya Tampung Penerimaan Mahasiswa Baru di PTN 2019
Tahun lalu, kuota penerimaan jalur
SNMPTN minimum 40 persen dan SBMPTN minimum 30 persen untuk kebanyakan
PTN. Sementara untuk tahun 2019 nanti, kuota penerimaan jalur SNMPTN
menjadi minimum 20 persen, SBMPTN minimum 40 persen dan ujian mandiri
maksimum 30%. Kamu perlu tahu kalau kebijakan daya tampung masing-masing
PTN nantinya akan berbeda, jadi lakukan riset kamu dengan betul ya!
Keputusan ini diambil karena
Kemenristekdikti melihat hasil penelusuran prestasi calon mahasiswa dan
evaluasi akademik tahun kemarin membuat Panselnas penerimaan masuk PTN
sulit membedakan mana mahasiswa yang lebih potensial.
3. Tes Kemampuan Potensi Akademik
(TKPA) & Tes Kemampuan Dasar (TKD) Diganti menjadi Tes Kemampuan
Skolastik (TPS) & Tes Kompetensi Akademik (TKA)
Ini hanya perbedaan nama saja, tapi sebenarnya TPS dan TPA tidak jauh berbeda kok seperti TKPA dan TKD. TPS merupakan tes untuk mengukur kemampuan kognitif kamu, yakni kemampuan penalaran yang dianggap sangat penting buat keberhasilan kamu di sekolah formal nanti. Sedangkan TKA merupakan tes untuk mengukur pengetahuan penguasaan materi yang kamu dapat di sekolah dan diperlukan supaya bisa berhasil di perguruan tinggi, seperti kemampuan analisis dan tesnya enggak murni hanya dari mata pelajaran.
4. Perubahan Penyelenggara – Dari Panpus SNPMB PTN Menjadi L2TMPT
Tahun-tahun sebelumnya, penyelenggara
SBMPTN adalah Panpus SNPMB PTN atau Panitia Pusat Seleksi Nasional
Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri dan bersifat ad hoc atau
berubah tiap tahun. Sedangkan untuk tahun 2019, penyelenggaranya adalah
L2TMPT atau Lembaga Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi yang bersifat
permanen dan punya kantor di Jakarta. Lembaga ini nantinya punya 2
tugas, yakni sebagai pengelola dan pengolah data calon mahasiswa baru
untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor PTN, serta
sebagai pelaksana UTBK.
5. Kesempatan Ujian: Ujian Bisa Dilakukan Dua Kali dalam Setahun
Asyiknya adalah buat kamu yang ikutan ujian tahun ini, SBMPTN 2019 nanti, kamu bisa melakukan tes sebanyak 2 kali dalam setahun. Jadi, kalau kamu belum puas dengan hasil tes yang pertama, kamu masih boleh ikut tes lagi. Nilai tertinggilah yang akan dijadikan acuan bagi PTN tujuan kamu. Buat kamu yang mau mengikuti tes ini, kamu harus membayar Rp200.000 untuk masing-masing tes. Meskipun artinya harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak untuk mengikuti ujian, namun kamu diberikan kesempatan untuk membuktikan nilai kamu yang sebenarnya!
6. Pelaksanaan Tes
Untuk SBMPTN 2019, tes akan dilakukan sebanyak 24 gelombang setiap hari Sabtu dan Minggu di 85 PTN berbeda selama periode Maret-Mei 2019 (12 hari).
Soal TKA Mengandung HOTS (High Order Thinking Skills)
Quipperian, beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan berita-berita mengenai soal HOTS yang katanya sangat sulit. Duh, terus
gimana dong kalau HOTS ini ada di dalam SBMPTN? Tenang, Quipperian.
Kamu harus tahu dulu sebelumnya apa itu HOTS dan apa gunanya buat masa
depan kamu. Simak di bawah ini.
Apa Itu HOTS?
Dengan HOTS, siswa dituntut untuk bisa mengasah logika matematika, critical thinking, dan juga problem solving skill. Melalui
HOTS, siswa harus bisa menggunakan ilmu yang dimilikinya untuk
menganalisis, mengevaluasi, bahkan menciptakan sesuatu. Menurut Guru
Besar ITB dalam bidang matematika, Iwan Pranoto, tiga hal tadi merupakan
tiga tahap tertinggi dalam taksonomi Bloom yang dicetuskan ahli
pendidikan Benjamin Bloom. Menurut Bloom, beberapa tujuan pendidikan
adalah menghafal, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi,
dan mencipta.
Kenapa SBMPTN 2019 Menggunakan HOTS?
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Bapak Nizam, menjelaskan
bahwa dengan konsep kecakapan berpikir yang dikembangkan berdasarkan
model taksonomi Bloom ini, siswa menjadi punya kemampuan berpikir orde
tinggi sehingga bisa menyelesaikan masalah yang kompleks, berpikir
kritis serta rasional. Siswa tidak sekedar menghafal pelajaran, tetapi
juga mampu menganalisa, mensintesa, dan mencipta. Dengan kebiasaan
menghadapi soal-soal menantang seperti HOTS, menurut Nizam pikiran siswa
jadi bisa terpacu lebih berkembang supaya bisa berpikir kritis dan
kreatif.
Uji Keterampilan Diganti dengan Seleksi Portofolio
Sahabat, tidak seperti SBMPTN sebelumnya, tahun 2019 besok Uji Keterampilan akan diganti dengan Seleksi Portofolio. Dalam Seleksi Portofolio, kamu akan diminta untuk melampirkan atau mengunggah dokumen portofolio prestasi-prestasi yang dimiliki. Menurut Menristekdikti, Mohamad Nasir, model tes seperti ini lebih memberikan rasa keadilan pada siswa.
Jadi buat kamu yang sudah tau mau
masuk cabang jurusan seni dan olahraga, pastikan kamu membangun seleksi
portfolio tersebut sedini mungkin ya! Giatlah dalam mengikuti
kegiatan-kegiatan dan aktivitas yang sesuai dengan jurusan yang kamu mau
nanti.
Sistem Skoring atau Penilaian SBMPTN 2018 & 2019
Tahun-tahun sebelumnya nilai SBMPTN sangat rahasia alias enggak pernah keluar dan enggak akan diketahui peserta. Namun, berbeda dengan SBMPTN 2019. Tahun depan, kamu bisa melihat hasil dari nilai ujian. Setelah nilai tes keluar, barulah kamu mendaftar ke PTN yang kamu dambakan.
Kamu pastinya juga tahu kalau di tahun lalu ada perubahan di cara penilaian SBMPTN 2018,
rinciannya seperti gambar di bawah ini. Nah, pertanyaannya adalah;
Apakah akan ada perubahan di sistem penilaian SBMPTN 2019 nanti?
Saat ini sih memang belum ada informasi lebih lanjut dari pihak resmi penyelenggara SBMPTN 2019, namun kamu harus tetap update dengan perubahan-perubahan yang nantinya akan datang. Makanya pantengin terus informasi dari pihak kemenristekdikti dan juga dari Quipper Blog!
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019
Latar Belakang
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melalui ujian
tertulis telah menunjukkan berbagai keunggulan dan manfaat, baik bagi
kepentingan nasional, PTN, maupun peserta. Bagi peserta, manfaat seleksi
bersama adalah lebih efisien, murah, dan fleksibel dengan adanya
mekanisme lintas wilayah. SBMPTN ini dari tahun ke tahun selalu
diperbaiki dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman dan
kemajuan teknologi. Pada tahun 2016 mulai diperkenalkan juga SBMPTN
dengan menggunakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
SBMPTN 2019 merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan
menggunakan hasil UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain yang
ditetapkan bersama oleh PTN. UTBK dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun
2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan
sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2017, 2018, dan 2019. Pengelolaan
dan pengolahan data untuk kepentingan seleksi jalur SBMPTN dilakukan
oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). LTMPT adalah
satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di
Indonesia.
Tujuan
Tujuan SBMPTN adalah sebagai berikut.
Menyeleksi calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan
studi di perguruan tinggi dengan baik dan tepat waktu berdasarkan hasil
UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan bersama oleh
PTN.
Memberi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk memilih lebih dari satu PTN lintas wilayah.
Memperoleh calon mahasiswa yang diprediksi mampu menyelesaikan
studi di perguruan tinggi negeri tujuan berdasarkan nilai akademik saja
atau nilai akademik dan prestasi siswa lainnya.
Ketentuan Umum
SBMPTN 2019 merupakan seleksi yang dilakukan oleh PTN di lingkungan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dan
Kementerian Agama secara bersama di bawah koordinasi LTMPT dengan
seleksi berdasarkan hasil UTBK saja atau hasil UTBK dan kriteria lain
yang ditetapkan bersama oleh PTN.
Persyaratan dan Tahapan Pendaftaran
Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN dilakukan dalam dua
tahap, yaitu mengikuti UTBK dan mendaftar SBMPTN. Persyaratan
pendaftaran SBMPTN adalah sebagai berikut.
Persyaratan Peserta
Siswa SMA/MA/SMK/Sederajat lulusan tahun 2017, 2018 harus sudah memiliki ijazah.
Bagi siswa SMA/MA/SMK/Sederajat lulusan tahun 2019
memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah, sekurang-kurangnya
memuat informasi jati diri dan pasfoto berwarna terbaru yang
bersangkutan dengan ditandatangani oleh kepala sekolah dan dibubuhi cap
stempel yang sah.
Memiliki Nilai UTBK.
Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi.
Memiliki NISN.
Bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah PORTOFOLIO.
Biaya UTBK ditanggung oleh peserta dan subsidi pemerintah.
Mengisi Biodata (kecuali peserta yang sudah terdaftar di SNMPTN 2019).
Memilih PTN dan program studi dengan ketentuan bahwa pendaftar
dapat memilih paling banyak dua PTN dan memilih paling banyak dua
program studi dalam satu PTN atau dua PTN
Mengunggah borang portofolio*)bagi
pendaftar yang memilih program studi bidang seni dan olahraga. Tata cara
pengisian borang portofolio dapat diunduh dari laman http://download.sbmptn.ac.id
Mengunggah dokumen lain sesuai dengan persyaratan pendaftaran SBMPTN 2019.
*)Borang Portofolio
Khusus untuk pendaftar program studi
bidang seni dan olahraga, peserta wajib mengunggah portofolio sebagai
materi tambahan untuk proses seleksi dalam SBMPTN 2019. Jenis Portofolio
SBMPTN 2019 adalah:
Portofolio Olahraga
Portofolio Seni Rupa, Desain, dan Kriya
Portofolio Tari (termasuk Sendratasik opsi Tari)
Portofolio Teater (termasuk Sendratasik opsi Teater/Drama)
Portofolio Musik (termasuk Sendratasik opsi Musik)
Portofolio Seni Karawitan
Portofolio Etnomusikologi
Portofolio Fotografi
Portofolio Film dan Televisi
Kelompok Program Studi dan Jumlah Pilihan
Kelompok program studi dan jumlah pilihan pada SBMPTN 2019 adalah sebagai berikut.
Program studi yang ada di PTN dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Saintek dan kelompok Soshum.
Peserta dapat memilih program studi paling banyak dua program studi dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok Saintek, peserta mengikuti kelompok ujian Saintek.
Jika program studi yang dipilih semuanya dari kelompok Soshum, peserta mengikuti kelompok ujian Soshum.
Jika program studi yang dipilih dari kelompok Saintek dan kelompok
Soshum, peserta mengikuti kelompok ujian Saintek dan juga kelompok
ujian Soshum
Urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan.
Peserta SBMPTN 2019 dapat memilih program studi di PTN mana pun.
Program studi, daya tampung per PTN tahun 2019, dan jumlah peminat program studi per PTN tahun 2018 dapat dilihat di laman https://sbmptn.ltmpt.ac.id
Peserta Pelamar Program Bidikmisi
Berikut adalah persyaratan pendaftar Bidikmisi:
Siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan Bidikmisi.
Calon peserta penerima Bidikmisi yang dinyatakan memenuhi
persyaratan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kemristekdikti mendaftar UTBK di laman https://pendaftaran-utbk.ltmpt.ac.id dan tidak dikenakan biaya ujian.
Calon peserta penerima Bidikmisi yang dinyatakan tidak lulus SNMPTN
2019, menggunakan NISN dan NPSN untuk mendaftar UTBK dan tidak
dikenakan biaya ujian.
Calon peserta penerima Bidikmisi yang telah dinyatakan lulus SNMPTN 2019, tidak diperbolehkan mendaftar SBMPTN 2019.
Laman Resmi dan Alamat LTMPT
Informasi resmi LTMPT dapat dilihat pada laman http://www.ltmpt.ac.id.
Apa itu Higher Order Thinking Skills (HOTS). Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) baru saja berlalu. Ujian yang diikuti oleh sekitar 1.812.565 siswa SMA dan MA di seluruh Indonesia ini berlangsung pada 9 April hingga 12 April 2018.
Namun, berakhirnya UN meninggalkan masalah. Salah satunya keluhan dari para siswa peserta ujian, mengenai sulitnya soal-soal yang diberikan, terutama soal matematika.
Bahkan, berita sebelumnya menyebutkan akun Instagram Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Effendy (@muhadjir_effendy), akun Twitter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (@Kemdikbud_RI), serta akun Instagram Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud (@pustekkom_kemendikbud) menjadi sasaran keluhan.
Dalam tanggapannya, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan bahwa bobot pada soal-soal UNBK, terutama mata pelajaran matematika memang berbeda dengan penilaian biasanya. Soal-soal tertentu dibuat lebih sulit dan membutuhkan daya nalar tinggi, atau higher order thinking skills (HOTS).
Apa itu Higher Order Thinking Skills (HOTS)
Apa sebenarnya konsep Higher Order Thinking Skills yang sedang ramai dibicarakan ini?
Alice Thomas dan Glenda Thorne mendefinisikan istilah HOTS dalam artikel yang berjudul How to Increase Higher Order Thinking (2009) sebagai cara berpikir pada tingkat yang lebih tinggi daripada menghafal, atau menceritakan kembali sesuatu yang diceritakan orang lain.
Keterampilan mental ini awalnya ditentukan berdasarkan Taksonomi Bloom yang mengategorikan berbagai tingkat pemikiran, mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi.
Konsep Benjamin S. Bloom dkk. dalam buku Taxonomy of Educational Objectives (1956) itu, sejatinya merupakan tujuan-tujuan pembelajaran yang terbagi dalam tiga ranah.
Ketiga ranah tersebut adalah Kognitif, merupakan keterampilan mental (seputar pengetahuan); Afektif, sisi emosi (seputar sikap dan perasaan); dan Psikomotorik, yang berhubungan dengan kemampuan fisik (keterampilan).
Taksonomi untuk menentukan tujuan belajar ini bisa disebut sebagai “tujuan akhir dari sebuah proses pembelajaran”. Setelah menjalani proses pembelajaran tertentu, siswa diharapkan dapat mengadopsi keterampilan, pengetahuan, atau sikap yang baru.
Tingkatan keterampilan berpikir yang dibagi menjadi tingkat rendah dan tinggi, merupakan bagian dari salah satu ranah yang dikemukakan Bloom, yaitu ranah kognitif. Dua ranah lainnya, afektif dan psikomotorik, punya tingkatannya tersendiri.
Ranah kognitif ini kemudian direvisi oleh Lorin Anderson, David Krathwohl, dkk. pada 2001. Urutannya diubah menjadi (1) mengingat (remember); (2) memahami (understand); (3) mengaplikasikan (apply); (4) menganalisis (analyze); (5) mengevaluasi (evaluate); dan (6) mencipta (create).
Tingkatan 1 hingga 3, sesuai konsep awalnya, dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS). Sedangkan butir 4 sampai 6 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Apa itu Higher Order Thinking Skills (HOTS)
Taxonomy Bloom
Lalu bagaimana mengenali tingkatan dimaksud dalam proses pembelajaran?
Bloom sejak awal mengenalkan kata-kata kerja operasional yang bisa digunakan sebagai panduan. Demikian pula dalam versi revisi Anderson dan Krathwohl. Pada tingkat mengingat, misalnya, diindikasikan dengan kata kerja seperti mendefinisikan, mendeskripsikan, mengidentifikasikan, dan kata lain sejenis.
Pada tingkatan lebih tinggi, misalnya mencipta, kata-kata kerja yang bisa digunakan sebagai rumusan tujuan belajarnya antara lain mengategorisasi, mengombinasikan, mengompilasi, merancang, mengembangkan, atau kata lain sejenis.
Lalu, apa masalahnya dengan soal-soal yang terdapat dalam UNBK itu?
Menurut Abduhzen dan Satriawan Salim, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), cara pandang pemerintah yang ingin meningkatkan peringkat Indonesia dengan mengandalkan UNBK hanya bersifat parsial dan tidak utuh.
Abduhzen dalam wawancara dengan Okezone.com mengatakan seharusnya konsep dan praktik pembelajaranlah yang terlebih dahulu dibenahi. “Dibahas atau dikaji dulu baru dirumuskan, dibuat kebijakan, baru kemudian lakukan sosialisasi,” ujarnya.
HOTS bukan mata pelajaran, bukan juga soal ujian, tambah Abduhzen. HOTS adalah tujuan akhir yang dicapai melalui pendekatan, proses dan metode pembelajaran. Kekeliruan memahami konsep HOTS akan berdampak pada kesalahan model pembelajaran yang makin tidak efektif dan tidak produktif.
Bila proses pembelajaran dirancang untuk mencapai tingkatan berpikir tingkat tinggi, maka tujuan belajarnya bisa mengadopsi kata-kata kerja yang direkomendasikan dalam konsep Taksonomi Bloom. Kata kerja yang digunakan, menentukan proses pembelajaran yang akan dijalani siswa.
Itu artinya, kata-kata kunci yang direkomendasikan Bloom dkk., tak bisa sekonyong-konyong diterapkan dalam soal, bila dalam proses pembelajaran tak pernah diterapkan.
Muhammad Nur Rizal, seorang pemerhati pendidikan dari Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), menambahkan bahwa proses belajar di kelas selama ini belum mampu menghidupkan nalar peserta didik. Kemampuan dalam mengerjakan ujian hanya berdasarkan pada kebiasaan mengerjakan soal berbasis kisi-kisi.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan, bukan hanya menaikkan tingkat kesulitan soal menggunakan konsep HOTS, melainkan secara menyeluruh mulai dari kurikulum. Misalnya dengan mengurangi materi dan memperbanyak refleksi dan proses belajar berbasis proyek.
Akan tetapi, perubahan tersebut harus berlaku dalam sistem perekrutan dan pengembangan profesionalitas guru. Kunci dari persoalan ini ada pada para pendidik, ungkap Satriawan. “Sayangnya pelatihan guru agar siap melaksanakan metode HOTS belum berjalan secara optimal,” klaimnya seperti dikutip Okezone.com.
FSGI Soroti High Order Thinking Skills di Soal UNBK Matematika
Soal HOTS UNBK Matematika SMP 2018. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyoroti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sengaja menaikkan tingkat kesulian soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan soal yang membutuhkan daya nalar tinggi atau high order thinking skills (HOTS), khususnya pada mata pelajaran matematika.
FSGI menyoroti, dalam konteks teori pendidikan, tingkatan keterampilan berpikir atau cognitive skills yang merupakan domain pengetahuan memiliki enam tingkatan atau dikenal dengan Taksonomi Bloom. Dalam teori itu, semakin tinggi tingkatan maka disebut sebagai keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Soal HOTS UNBK Matematika SMP 2018
“Faktanya, kondisi saat ini para siswa kita masih berpikir di level tingkat rendah (lower order thinking skill), sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai assessment internasional, seperti PISA dan TIMSS,” ujar Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim, dalam siaran pers yang diterima Republika, Sabtu (14/4).
Menurutnya, keterampilan berpikir HOTS tersebut seharusnya bukan difokuskan pada akhir pembelajaran siswa atau dalam soal ujian seperti UNBK. Dia mengatakan, berpikir tingkat tinggi atau HOTS sebaiknya ditunjukkan ke dalam proses pembelajaran siswa selama tiga tahun.
“Itu artinya, pernyataan dan pembelaan diri Mendikbud kemungkinan besar keliru, karena memfokuskan berpikir HOTS hanya pada soal UNBK. Menguji seorang anak dengan soal yang tidak pernah diajarkan adalah bentuk ketidakadilan,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, FSGI menilai ada ketimpangan. Siswa tidak pernah diajarkan berpikir pada level HOTS. Proses pembelajaran di sekolah pun tidak sesuai standar HOTS.
Namun, mereka harus menghadapi ujian dalam level tersebut. “Percuma saja soal-soal ujiannya di level tinggi, tetapi proses pembelajaran siswa tidak pernah menyentuh kemampuan berpikir kritis, evaluatif dan kreatif,” kata dia.
Soal HOTS UNBK Matematika SMP 2018
Dia menambahkan fakta di lapangan, guru dan siswa hanya fokus mempelajari soal-soal UN tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, penyelenggaraan try out oleh sekolah dan dinas pendidikan setempat juga hanya melatih siswa agar mampu menjawab soal dengan cepat dan tepat.
Dengan demikian, FSGI menilai pembelajaran tidak diarahkan kepada proses menumbuhkan kesadaran dan keterampilan berpikir kritis tersebut di dalam kelas. “Inilah salah satu cacat dari pelaksanaan UN sedari dulu,” ujarnya.
Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan Kemendikbud mulai tahun ini mulai memberlakukan soal yang membutuhkan daya nalar tinggi atau high order thinking skills atau HOTS. Mendikbud menargetkan secara substantif meningkatkan kualitas dari UN tersebut dengan memasukkan soal HOTS tersebut.
Pada kesempatan berbeda, Muhadjir juga mengatakan pemberian bobot pada soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK) khususnya untuk mata pelajaran matematika tingkat sekolah menengah atas (SMA) sederajat berbeda dengan penilaian biasanya. Pemberian bobot berdasarkan tingkat kesulitan soal.
Soal HOTS UNBK Matematika SMP 2018
“Memang yang akan dipetakan lewat UN antara lain adalah aspek tingkat kesulitan tertinggi yang bisa dicapai oleh siswa. Tetapi pemberian bobotnya juga beda,” ujar Muhadjir di Jakarta, Sabtu.
Mendikbud mengakui soal UN pada tahun ini lebih sulit karena memang yang ingin dipetakan melalui UN antara lain adalah aspek tingkat kesulitan tertinggi yang bisa dicapai oleh siswa. “Saya justru kecewa, kalau banyak siswa yang bilang soalnya gampang. Tidak belajar sungguh sungguh pun bisa mengerjakannya,” kata dia.
Meski Sulit, Belajar Matematika Punya Manfaat Dalam Kehidupan Sehari-hari
Manfaat Belajar Matematika Dalam Kehidupan Sehari-hari. Ngaku deh, kamu pecinta mata pelajaran matematika bukan sih? Matematika ini jadi salah satu pelajaran yang banyak dibenci, karena begitu rumitnya. Padahal, adanya pelajaran matematika membawa beberapa manfaat di kehidupan nyata lho. Kalau kamu merasa kesulitan, ada bimbel kelompok belajar guru datang ke rumah di Kota Bogor Jawa Barat yang siap membantumu belajar dan memahami pelajaran satu ini hingga paham.
Salah satu kunci agar bisa lancar belajar matematika adalah dengan menikmati setiap proses belajarnya. Harus enjoy, apapun keadaannya. Tapi ya…. untuk yang sudah benci sih rasanya akan susah. Jika ini terjadi padamu, coba deh untuk menggali dulu manfaat belajar matematika agar kamu tergugah dan bisa menikmati setiap proses belajar mata pelajaran satu ini.
Manfaat Belajar Matematika Dalam Kehidupan Sehari-hari
Menjadi ilmu dasar untuk berdagang nantinya. Walaupun tidak ahli, tapi setidaknya dengan belajar matematika dasar saja sudah bisa berguna untukmu. Ilmu ini nantinya akan membantumu berdagang. Sekadar untuk menghitung untung rugi juga butuh ilmu hitung lho
Ilmu berhitung dasar. Belajar matematika nantinya akan memudahkanmu dalam belajar kimia, fisika, akuntansi, ekonomi, dan semua pelajaran yang ada ilmu hitungnya. Ibaratnya, jika sudah bisa dasarnya, maka akan lebih mudah untuk mengembangkannya
Melatih cara berpikir. Setiap kemampuan orang tentu berbeda-beda. Dengan seringnya belajar matematika, ini akan membantu cara berpikirmu berkembang dan lebih cepat. Ketika mengerjakan soal dan hasilnya salah, maka secara jelas Anda harus memperbaikinya hingga mendapat jawaban yang benar. Dari sinilah cara berpikir Anda akan terlatih dan berkembang
Melatih kesabaran. Ini betul banget! Suka sebel nggak sih kalau ketemu soal sulit tapi kamu wajib menyelesaikannya? Di sinilah sesunggguhnya kesabaran diuji. Ketika berhasil menyelesaikan soal yang rumit dan begitu panjang, sesungguhnya kamu berhasil melewati ujian!
Belajar matematika juga bisa meminta bantuan mereka yang sudah ahli di bidangnya. Kesulitan belajar matematika? Tenang, ada bimbel kelompok belajar guru datang ke rumah di Kota Bogor Jawa Barat yang siap membantu.
Gimana, nggak sulit kan belajar matematika? Siapa saja bisa belajar matematika, termasuk kamu.
Untuk tahu manfaat belajar matematika dalam kehidupan sehari-hari, kamu ambil les privat di Bimbel Teladan Bogor. Khususnya untuk kamu yang tahun depan akan USBN atau UNBK dan SBMPTN serta punya target masuk sekolah dan kampus favorit di kota kamu, Bimbel Teladan adalah pilihan tepat. Buat yang ingin nilai UKK melejit, belajar di Bimbel Teladan adalah pilihan tepat. Langsung kontak kami di 08121910697 atau 08159191156 via telepon, SMS atau WhatsApp.
GAGAL SNMPTN 2018? Masih ada SBMPTN dan Pendidikan Kedinasan !!
Buat kamu yang gagal di SNMPTN 2018, gak usah cemas dan kuatir gak bisa sekolah bagus di kampus negeri. Kalian masih bisa berjuang di SBMPTN 2018 dan yang seru, ada ribuan mahasiswa baru yang direkrut oleh Kementerian PANRB melalui akademi pendidikan kedinasan.
Pendaftaran lembaga pendidikan kedinasan telah dibuka mulai 9 hingga 30 April 2018 mendatang. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengimbau kepada calon pelamar untuk segera mempersiapkan diri.
Pengumuman secara umum terkait penerimaan calon siswa-siswi/taruna-taruni pada kementerian/lembaga yang mempunyai lembaga pendidikan kedinasan telah disampaikan.
GAGAL SNMPTN 2018? Masih ada SBMPTN dan Pendidikan Kedinasan !!
Kini, masing-masing lembaga pendidikan kedinasan menyampaikan pengumuman penerimaan secara teknis.
“Setiap sekolah kedinasan memiliki persyaratan teknis yang berbeda-beda. Harap dibaca secara teliti,” ujar Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Herman Suryatman seperti dikutip dari laman Kementerian PANRB, Selasa (10/4/2018).
Masing-masing lembaga pendidikan kedinasan memiliki persyaratan umum dan administrasi, tata cara pendaftaran, tahapan seleksi, format pengiriman berkas, jadwal waktu pelaksanaan, serta informasi teknis lainnya.
Syarat-syarat mengenai nilai rata-rata, tinggi badan, maupun usia berbeda-beda di setiap lembaga pendidikan.
Contohnya seperti di Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN), nilai rata-rata untuk lulusan 2017 dan lulusan tahun 2018 memiliki ketentuan yang berbeda.
Sedangkan untuk untuk Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) dan Politeknik Imigrasi (POLTEKIM) memiliki ketentuan yang sama untuk lulusan tiap tahunnya, yakni nilai rata-rata yang terdapat dalam ijazah sekurang-kurangnya 7,0 (skala penilaian 1-10) / 70.00 (skala penilaian 10-100) / 2,85 (skala penilaian 1-4) / B (skala penilaian 1-4 dengan huruf) dan nilai Bahasa lnggris pada raport kelas Xll sekurang-kurangnya 7,0 (skala penilaian 1-10) / 70.00 (skala penilaian 10-100)/ 2,85 (skala penilaian 1-4) / B (skala penilaian 1-4 dengan huruf).
Pada persyaratan usia, di PKN STAN usia maksimal pelamar pada tanggal 1 September 2018 adalah 20 tahun.
Sementara usia minimal pada tanggal 1 September 2018 adalah 17 tahun bagi pelamar yang memilih spesialisasi diploma 1 dan 15 yahun bagi peserta yang memilih spesialisasi diploma III.
Sedangkan POLTEKIP dan POLTEKIM, usia pada tanggal 1 April 2018 serendah-rendahnya 17 tahun dan tidak lebih dari 22 tahun.
Herman menegaskan bahwa pelamar harus berhati-hati dalam membaca pengumuman dan memilih lembaga pendidikan kedinasan. Pilihan lembaga pendidikan kedinasan tidak dapat diubah dengan alasan apapun.
“Kesalahan memilih sekolah, tidak dapat ditolerir,” tegasnya.
GAGAL SNMPTN 2018? Masih ada SBMPTN dan Pendidikan Kedinasan !!
Selain itu, Kementerian PANRB kembali mengingatkan bahwa pendaftaran dilakukan secara online di https://sscndikdin.bkn.go.id kemudian harus melanjutkanke portal masing-masing K/L.
Pelamar hanya boleh mendaftar di satu lembaga pendidikan kedinasan saja. “Bila terbukti lebih dari satu akan dinyatakan gugur,” ujarnya.
Pelamar juga harus mempersiapkan data-data KTP dan KK yang valid, Apabila ditemukan kesulitan segera lapor ke Dinas Dukcapil setempat.
Kementerian PANRB tak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan yang berasal dari oknum yang menjanjikan kelulusan pelamar.
“Percaya pada kemampuan sendiri dan jangan percaya calo. Waspadai penipuan !” katanya. (*)