PTN FAVORIT SBMPTN 2021 : 5 PTN Paling Banyak Diminati di SBMPTN 2018-2020

PTN FAVORIT SBMPTN 2021 : 5 PTN Paling Banyak Diminati di SBMPTN 2018-2020

Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021 telah diumumkan beberapa hari yang lalu. Jika kamu adalah salah satu calon mahasiswa tidak lolos, maka bisa menggunakan jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021.

Ilustrasi Wisuda Mahasiswa (Foto oleh Emily Ranquist dari Pexels)

Pendaftaran SBMPTN 2021 dibuka hingga 1 April 2021. Bila ingin lulus SBMPTN 2021, maka harus ikut terlebih dahulu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Pelaksanaan UTBK dilakukan secara dua gelombang, gelombang pertama pada 12-18 April 2021 dan gelombang kedua dilakukan pada 26 April – 2 Mei 2021.

Sedangkan pengumuman SBMPTN 2021 pada 14 Juni 2021. Ketika ingin mengikuti SBMPTN 2021, calon mahasiswa juga harus melihat hasil SBMPTN di tahun 2018-2020.

Tidak hanya giat belajar, namun harus ada strategi dalam memilih jurusan dan kampus di PTN Favorit SBMPTN 2021

Tak hanya itu, saat ikut SBMPTN 2021, calon mahasiswa jangan hanya giat belajar. Namun, harus memikirkan strategi yang terbaik. Termasuk memperhitungkan daya tampung atau kuota jurusan yang dipilih, serta jumlah peminat terbanyak di setiap PTN. Itu semua dilakukan sebagai patokan, agar bisa meraih Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diinginkan.

Berdasarkan catatan dalam Kompas.com, Selasa (23/3/2021) menginformasikan ada lima PTN yang paling banyak diminati di jalur SBMPTN 2018-2020.

Berikut peringkat PTN yang paling banyak diminati di jalur SBMPTN 2018-2020.

5 PTN paling diminati di SBMPTN 2018

1. Universitas Indonesia (UI) didaftar oleh 52.591 peserta.

2. Universitas Gadjah Mada (UGM) didaftar oleh 46.095 peserta.

3. Universitas Padjajaran (Unpad) didaftar oleh 44.138 peserta.

4. Universitas Brawijaya didaftar oleh 36.468 peserta.

5. Universitas Hasanuddin didaftar oleh 35.253 peserta.

5 PTN paling diminati di SBMPTN 2019

1. Universitas Brawijaya didaftar oleh 55.871 peserta

2. Universitas Sebelas Maret (UNS) didaftar oleh 48.735 peserta.

3. Universitas Diponegoro (Undip) didaftar oleh 48.440 peserta.

4. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) didaftar oleh 48.231 peserta.

  1. Universitas Negeri Semarang (Unnes) didaftar oleh 44.937 peserta.

5 PTN paling diminati di SBMPTN 2020

1. Universitas Gadjah Mada (UGM) didaftar oleh 62.507 peserta.

2. Universitas Brawijaya didaftar oleh 61.743 peserta.

3. Universitas Padjajaran (Unpad) didaftar oleh 56.446 peserta.

4. Universitas Indonesia (UI) didaftar oleh 54.897 peserta.

5. Universitas Sebelas Maret (UNS) didaftar oleh 51.974 peserta.

Udah kebayangkan ya Kak, kira-kira gimana persaingan kamu tahun ini. Jangan lemah, jangan menyerah ya Kak. Tetap fokus, konsentrasi aja sama usaha kamu. Yakin dan bayangkan bahwa ada 1 kursi kamu di PTN itu.

Ilmuwan Muslim Teladan The Series : Al Biruni

Ilmuwan Muslim Teladan The Series : Al Biruni

Salah satu sumbangsih orisinil Al-Biruni adalah keliling bumi. Iya, Al-Biruni adalah orang pertama yang menghitung keliling bumi. Ia melakukan hal itu pada abad ke-11, ketika masih ramai perdebatan antara apakah bentuk bumi bulat atau datar.

Ilustrasi Al Biruni (tirto.id)

Biografi singkat Al Biruni

George Sarton, seorang ahli kimia dan sejarawan Amerika kelahiran Belgia, mengibaratkan Al-Biruni sebagai Leonardo da Vinci-nya Islam karena penguasaannya terhadap berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Sementara K Ajram menilai kalau Leonardo da Vinci adalah Al-Biruni-nya Kristen. Alasannya, Al-Biruni hidup lima abad lebih dahulu dari pada da Vinci. Sehingga sumbangsih Al-Biruni dalam ilmu pengetahuan lebih orisinil.

Al-Biruni hidup lima abad lebih dahulu dari pada da Vinci. Sehingga sumbangsih Al-Biruni dalam ilmu pengetahuan lebih orisinil.

Abu Raihan Muhammad bin Ahmad Al-Biruni lahir pada 4 September 973 M di Kath, ibu kota Khawarizm (kini wilayah Uzbekistan). Sejak kecil Al-Biruni sudah tertarik dengan matematika dan astronomi. Dalam perjalanan hidupnya, Al-Biruni mempelajari banyak disiplin ilmu pengetahuan seperti sejarah, geografi, fisika, filsafat, dan agama.

Karena pergolakan politik yang ada pada saat itu, Al-Biruni berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Maklum pada saat itu ilmuwan Muslim –termasuk Al-Biruni- membaca, meneliti, dan melakukan eksperimen hingga menemukan teori di bawah pengawasan dan penjagaan seorang khalifah. Jika sang khalifah atau sultan menginginkannya, maka kehidupan ilmuwan terjamin. Begitu sebaliknya.

Science on Stamp : Al Biruni (http://www.jgiesen.de/briefmarken/al_biruni.html)

Al Biruni Susun Kartografi (Ilmu Peta)

Merujuk buku Al-Biruni: Pakar Astronomi dan Ilmuwan Muslim Abad ke -11, mulanya Al-Biruni tinggal di istana Dinasti Banu Irak, yang menguasai sisi timur Khawarizm dengan ibu kota Kath. Namun ketika Abu Ali Ma’mun bin Muhammad dari Dinasti Ma’muni mengalahkan Dinasti Banu Irak dan mempersatukan wilayah Khawarizm pada 995 M, Al-Biruni meninggalkan kota kelahirannya karena takut nyawaya terancam. Pada saat ini, Al-Biruni telah berhasil menyusun sebuah kitab berjudul Kartografi, tentang ilmu peta.

Al-Biruni kemudian pindah ke kota Rayy (sekarang dekat dengan Teheran, Iran), salah satu pusat pusat astronomi pada saat itu selain Khawarizm dan Baghdad. Di kota ini, Al-Biruni terus mengembangkan kemampuannya di bidang astronomi. Namun sayang, penguasa Rayy saat itu Fakhrul Daulah tidak bersedia menerima Al-Biruni untuk ‘bekerja’ di istananya. Selama di Rayy, Al-Biruni menyelesaikan kitab Tahdid Nihayat al-Amakin li Tashbih Masafat al-Masakin (Penentuan Kedudukan Tempat untuk Memastikan Jarak antar Kota).

Penolakan di Rayy tidak membuat Al-Biruni ciut. Ia akhirnya pindah ke Gorgon. Syamsul Ma’ali Qabus, penguasa Gorgon, mengundang Al-Biruni untuk berkarya di istananya. Dengan dukungan moril dan materil yang memadahi di Gorgon, Al-Biruni betul-betul memaksimalkan kemampuannya. Ia banyak membaca, menulis, bepergian ke kota-kota untuk memetakan garis lintang, dan menganalisa peristiwa-peristiwa antariksa seperti gerhana bulan. Beberapa kitab yang berhasil ditulis Al-Biruni selama di Gorgon antara lain Kitab Sisa Pengaruh Masa Lampau, Risalah Tajrid al-Sha’at (Risalah Khusus Saat), dan lainnya.

Di wilayah lain, Abu Ali Ma’mun bin Muhammad penguasa Dinasti Ma’muni. Ia kemudian digantikan Abul Hasal Ali. Berbeda dengan pendahulunya, Abul Hasal Ali memiliki impian untuk memenuhi istananya dengan ilmuwan-ilmuwan hebat. Maka kemudian ia mengundang Al-Biruni untuk pulang kampung ke Khawarizm dan tinggal istana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Bak gayung bersambut, Al-Biruni menerima tawaran tersebut.

Ilustrasi Siklus Bulan Al Biruni (Wikipedia)

Gejolak politik lagi-lagi membuat Al-Biruni harus pindah ke tempat lain. Pada saat Dinasti Ghaznawi mengalahkan Dinasti Ma’muni dan menguasai wilayah Khawarizm, maka Al-Biruni diboyong ke Istana Mahmud Ghaznawi. Beruntung bagi Al-Biruni karena penguasa Ghaznawi sangat menghargainya. Al-Biruni diberikan dukungan moril dan materil untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bawah penjagaan Istana Ghaznawi. Al-Biruni tinggal di Ghaznawi selama kurang lebih 30 tahun. Ia wafat di Ghaznah pada 1048.

Di Istana Ghaznawi, Al-Biruni menulis beberapa kitab monumental diantaranya Masamiri Khawarizm (Revolusi Khawarizm), Tarikh al-Hind (Tarikh India), Penentuan Kedudukan Tempat untuk Memastikan Jarak antar Kota, Kitab Pemahaman Puncak Ilmu Bintang, al-Qonun al-Mas’udi, kitab Layl wa al-Nahar (Kitab Malam dan Siang), Kitab Bahan Obat, dan lainnya.

Ilustrasi Al Biruni & Bola Dunia

Al Biruni ilmuwan muslim penghitung pertama keliling bumi

Al-Biruni dikenal sebagai seorang ilmuwan eksperimentalis. Ia melakukan penelitian ulang terhadap teori-teori yang sudah ada dan berkembang untuk membuktikan kebenarannya. Misal teori Aristoteles tentang penglihatan. Aristoteles meyakini bahwa penglihatan diakibatkan oleh sinar yang memancar dari mata dan menuju suatu benda. Sementara, Al-Biruni menyatakan bahwa penglihatan merupakan hasil pantulan cahaya pada benda yang masuk ke mata.

Al-Biruni juga ‘tidak terima’ dengan penemuan sebelumnya. Ia selalu menciptakan alat-alat baru yang dianggapnya lebih canggih dari pada alat yang diciptakan ilmuwan sebelumnya. Misalnya Abu Sa’id Sijzi telah menciptakan Astrolabe heliosentris yang dinilai akurat. Namun Al-Biruni tetap membuat dan mengembangkan Astrolabenya sendiri. Astrolabe yang diberi nama al-Ustawani tersebut tidak hanya dapat mengukur gerak benda langit, tapi juga bisa mengukur lokasi-lokasi di bumi yang sulit dijangkau seperti gunung.

Al-Biruni juga melakukan penelitian terhadap sesuatu ilmu pengetahuan yang ‘belum pernah digarap’ oleh ilmuwan sebelumnya. Salah satu sumbangsih orisinil Al-Biruni adalah keliling bumi. Iya, Al-Biruni adalah orang pertama yang menghitung keliling bumi. Ia melakukan hal itu pada abad ke-11, ketika masih ramai perdebatan antara apakah bentuk bumi bulat atau datar.

Albiruni meyakini bumi itu bulat

Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam, Al-Biruni menggunakan pendekatan perhitungan trigonometri dan memakai Astrolabe al-Ustawani buatannya sendiri untuk menghitung keliling bumi. Ada beberapa langkah yang ditempuh Al-Biruni untuk mengukur keliling bumi. Pertama-tama, Al-Biruni meyakini kalau bumi itu bulat. Dari sini kemudian ia mencari jari-jari bumi untuk mencari keliling bumi. Al-Biruni cukup beruntung karena pada saat itu besaran phi (π) sudah ditemukan ilmuwan sebelumnya, Al-Khawarizmi.

Di samping itu, Al-Biruni mengukur tinggi gunung yang merupakan sebuah titik permukaan bumi. Al-Biruni mengukur tinggi gunung –disebutkan bahwa gunung tersebut berada di India atau Pakistan- dengan menggunakan Astrolabenya. Caranya ia mengarahkan Astrolabenya ke dua titik berbeda di daratan. Kemudian tangen sudutnya dikalikan dan dibagi selisih tangen dua sudut tersebut dengan rumus trigonometri.

Al-Biruni kemudian mengarahkan Astrolabenya ke titik cakrawala dan membuat garis imajiner 90 derajat yang menembus bumi. Al-Biruni membuat segitiga siku-siku raksasa antara posisi dia berdiri, titik horizon, dan inti bumi. Dikutip laman Owlcation, Al-Biruni mengetahui kalau jari-jari bumi adalah 6.335,725 km dari penghitungannya. Sumber lain menyebutkan kalau jari-jari bumi 6.339,9 km. Lalu kemudian Al-Biruni menggambar bumi dalam dimensi dua yakni berupa lingkaran.

Setelah mendapatkan data-data tersebut, Al-Biruni menghitung keliling bumi dengan rumus keliling lingkaran. Maka hasilnya adalah 40.075 km. Sementara penghitungan modern keliling bumi adalah 40.075,071 km. Artinya penghitungan Al-Biruni hanya meleset 1 persen dari penghitungan modern.

Sementara dalam buku Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam, perhitungan Al-Biruni tentang keliling bumi adalah 40.225 km. Adapun penghitungan modern keliling bumi adalah 40.074. Dengan demikian penghitungan Al-Biruni sangat akurat, yakni mencapai ketepatan hingga 99,62 persen dan hanya menyimpang 0,38 persen.

Sebuah penghitungan yang sangat mengagumkan mengingat Al-Biruni melakukannya pada abad ke-11. Pada era dimana ilmu pengetahuan dan teknologi belum berkembang secanggih seperti saat ini. Pada saat itu, data tentang jari-jari dan potret bumi juga belum diketahui seperti saat ini. Namun dengan menggunakan cara-cara nonkonvensional dan kreatif, Al-Biruni akhirnya berhasil mengukur keliling bumi.

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/98686/al-biruni-ilmuwan-muslim-penghitung-pertama-keliling-bumi

SBMPTN 2021: Jadwal Pelaksanaan, Biaya dan Materi Tes UTBK 2021

SBMPTN 2021: Jadwal Pelaksanaan, Biaya dan Materi Tes UTBK 2021

Dalam SBMPTN 2021, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( LTMPT) telah menetapkan jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) untuk masuk PTN di tahun 2021, dengan dasar penilaian lewat Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK).

Ketua Pelaksana LTMPT Budi Prasetyo mengatakan, pelaksanaan UTBK 2021 untuk mengikuti SBMPTN 2021 akan dilakukan secara dua gelombang. Gelombang yang pertama, akan dilakukan di tanggal 12-18 April 2021.

Ilustrasi UTBK SBMPTN (Google)

Sedangkan gelombang kedua, akan dilakukan di tanggal 26 April sampai 2 Mei 2021.

“Jadi ada dua gelombang tes UTBK untuk SMBPTN 2021. Setiap harinya akan dilakukan dua sesi, yakni pagi dan siang,” kata Budi dalam acara konferensi pers Sosialisasi SNMPTN dan UTBK-SBMPTN 2021, Rabu (16/12/2020).

Budi mengaku, bagi kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek) atau kelompok Sosial dan Humaniora (Soshum), maka tiap peserta akan dikenakan biaya UTBK sebagai syarat pendaftaran SBMPTN 2021 sebesar Rp 200 ribu.

Sedangkan bagi kelompok ujian campuran yakni Saintek dan Soshum, maka tiap peserta akan dikenakan biaya UTBK sebagai syarat SBMPTN 2021 sebesar Rp 300 ribu.

Dia menyebutkan, terkait waktu bagi peserta UTBK kelompok ujian Saintek dan Soshum, akan berdasarkan tiga waktu, yakni WIB, WITA, dan WIT. Untuk WIB, dari pukul 06.45 sampai dengan 16.15.

Sementara waktu WITA dari pukul 07.45 sampai dengan 17.15. Sedangkan waktu WIT, dari pukul 08.45 sampai dengan 18.15.

“Waktu pelaksanaan UTBK untuk kelompok campuran, waktu WIB dari pukul 06.45 sampai dengan 13.25, waktu WITA dari 07.45 sampai dengan 14.25, dan waktu WIT dari 08.45 sampai dengan 15.25,” jelas Budi.

Materi UTBK SBMPTN 2021

Materi UTBK 2021 terbagi menjadi dua, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

TPS mengukur kemampuan kognitif yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.

Dalam TPS yang akan diuji adalah Kemampuan Penalaran Umum, Kemampuan Kuantitatif, Pengetahuan dan Pemahaman Umum serta Kemampuan Memahami Bacaan dan Menulis. Kemampuan kuantitatif akan mencakup Pengetahuan dan Penguasaan Matematika Dasar.

Pada TPS, sebagian soal disajikan dalam Bahasa Inggris.

Sementara itu, TKA mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah dan diperlukan untuk seseorang dapat berhasil dalam menempuh pendidikan tinggi.

TKA juga mengukur kemampuan kognitif yang terkait langsung dengan konten mata pelajaran yang dipelajari di sekolah.

Penekanan tes adalah pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Materi UTBK SBMPTN 2021 (LTMPT)

Persyaratan peserta UTBK 2021

Ada lima persyaratan untuk menjadi peserta UTBK 2021, sebagai berikut:

  1. Memiliki Akun LTMPT.
  2. Siswa SMA/MA/SMK Kelas 12 pada tahun 2021 atau peserta didik Paket C tahun 2021 dengan umur maksimal 25 tahu (per 1 Juli 2021).
  3. Lulusan SMA/MA/SMK/sederajat tahun 2019 dan 2020 atau lulusan Paket C tahun 2019 dan 2020 dengan umur maksimal 25 tahun.
  4. Tiga persyaratan peserta ujian. Pertama peserta yang akan memilih prodi Saintek, maka mengikuti TPS dan TKA Saintek. Kedua peserta yang akan memilih prodi Soshum, maka mengikuti TPS dan TKA Soshum. Ketiga, peserta yang akan memilih prodi Campuran (Saintek dan Soshum) maka mengikuti TPS, TKA Saintek dan TKA Soshum. Hasil UTBK 2021 hanya berlaku untuk penerimaan tahun 2021.

Persyaratan peserta SBMPTN 2021 Ada empat persyaratan terkait peserta SMBPTN 2021, yakni seperti di bawah ini:

  1. Siswa SMA/MA/SMK/sederajat lulusan tahun 2019, 2020 harus sudah memiliki ijazah.
  2. Bagi lulusan SMA sederajat luar negeri harus memiliki ijazah yang sudah disetarakan. Mengikuti dan memiliki nilai UTBK 2021.
  3. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi.
  4. Bagi peserta yang memilih program studi bidang Seni dan Olahraga wajib mengunggah portofolio.

Budi menambahkan, apabila kalian belum jelas terkait pendaftaran dan proses seleksi SNMPTN 2021, kalian bisa melansir laman www.ltmpt.ac.id.

Sumber Tribbunnews.com

Butuh pengajar untuk bersiap UTBK SBMPTN 2021? Jangan ragu, klik sekarang juga di bit.ly/InfoBimbelTeladan

PTN FAVORIT SBMPTN 2021 : 5 PTN Paling Banyak Diminati di SBMPTN 2018-2020

UTBK SBMPTN 2021: Jadwal, Syarat, dan Cara Daftar

UTBK SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2021 akan segera dilaksanakan. Inilah kesempatan bagi siswa yang tidak lolos SNMPTN untuk mendapatkan kursi di kampus favorit.

Pasalnya, kuota yang disediakan untuk calon mahasiswa baru jalur SBMPTN adalah paling sedikit 40% dari daya tampung program studi. Berbeda dengan SNMPTN yang memiliki kuota minimum 20%.

Siswa SMA/SMK sederajat yang hendak mengikuti seleksi ini wajib membuat akun LTMPT terlebih dahulu. SBMPTN sendiri dilakukan berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Meski ujian baru dilaksanakan beberapa bulan lagi, siswa-siswi yang berminat mendaftar hendaknya segera mempersiapkan diri. Agar persiapannya jauh lebih matang, simak jadwal, syarat, dan cara daftar UTBK-SBMPTN 2021 yang dihimpun dari laman ltmpt.ac.id berikut ini:

Jadwal UTBK SBMPTN 2021

utbk sbmptn
Ilustrasi Ujian Masuk PTN (Google)

Jika tidak ada perubahan, berikut ini adalah tanggal-tanggal penting pelaksanaan UTBK SBMPTN 2021:

  • Registrasi akun LTMPT: 07 Februari – 12 Maret 2021
  • Pendaftaran UTBK dan SBMPTN: 15 Maret – 01 April 2021
  • Pelaksanaan UTBK Gelombang 1: 12 – 18 April 2021
  • Pelaksanaan UTBK Gelombang 2: 26 April – 02 Mei 2021
  • Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SBMPTN: 14 Juni 2021 pukul 15.00 WIB

Syarat Peserta UTBK SBMPTN 2021

Daftar UTBK SBMPTN Terkendala, LTMPT Persilakan Coba Lagi
Ilustrasi UTBK (CNN Indonesia)
  • Memiliki akun LTMPT
  • Siswa SMA/MA/SMK kelas 12 pada tahun 2021 atau peserta didik paket C tahun 2021 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2021).
  • Lulusan SMA/MA/SMK/sederajat tahun 2019 dan 2020 atau lulusan Paket C tahun 2019 dan 2020 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2021).
  • Peserta yang memilih prodi Saintek mengikuti ujian TPS dan TKA Saintek
  • Peserta yang memilih prodi Soshum mengikuti ujian TPS dan TKA Soshum
  • Peserta yang memilih prodi Campuran (Saintek dan Soshum) akan mengikuti ujian TPS, TKA Saintek dan TKA Soshum
  • Membayar biaya UTBK. Biaya untuk ujian Saintek atau Soshum adalah Rp 200.000,00, sedangkan untuk kelompok ujian campuran Rp 300.000

Alur Pendaftaran UTBK

  1. Membuat akun di portal.ltmpt.ac.id menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan tanggal lahir.
  2. Login menggunakan username atau email
  3. Memilih menu verifikasi dan validasi data siswa. Calon peserta akan mengisi biodata, mengunggah pas foto berwarna terbaru, dan verifikasi biodata.
  4. Memilih menu Pendaftaran UTBK, memilih lokasi pusat UTBK PTN, jenis ujian, dan sesi ujian untuk mendapatkan slip pembayaran.
  5. Melakukan pembayaran biaya pendaftaran di bank Mandiri, BNI, BTN, atau BRI menggunakan slip pembayaran dan harus dilakukan paling lambat 1×24 jam.
  6. Login kembali ke laman LTMPT, lalu pilih menu Pendaftaran UTBK untuk mencetak kartu peserta.
  7. Mengikuti UTBK sesuai hari, tanggal sesi, dan lokasi pusat UTBK yang dipilih.

Syarat Peserta SBMPTN

  • Siswa SMA/MA/SMK/sederajat lulusan tahun 2019, 2020 harus sudah memiliki ijazah. Bagi lulusan SMA sederajat dari luar negeri harus memiliki ijazah yang sudah disetarakan.
  • Mengikuti dan memiliki Nilai UTBK 2021
  • Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi.
  • Bagi peserta yang memilih program studi bidang Seni dan Olahraga wajib mengunggah portofolio.
  • Setiap siswa boleh memilih dua program studi pada satu PTN atau masing masing satu prodi pada dua PTN.

Cara Pendaftaran SBMPTN

  1. Daftar melalui laman LTMPT.
  2. Siswa mengisi biodata kecuali bagi yang sudah menjadi peserta SNMPTN 2021.
  3. Memilih PTN dan program studi. Peserta memilih dua program studi pada satu PTN atau masing-masing satu prodi di dua PTN.
  4. Mengunggah dokumen sesuai persyaratan, termasuk portofolio bagi pendaftar yang memilih program studi bidang seni dan olahraga.

UTBK SBMPTN 2021 akan dilaksanakan di 74 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Data lengkap pusat UTBK PTN dapat dilihat di laman resmi LTMPT. Sebagai informasi tambahan, siswa yang telah dinyatakan lulus SNMPTN 2021, 2020, atau 2019 akan ditolak untuk mendaftar SBMPTN 2021.

Sumber berita : Kumparan

Nah, sudah mulai terlihat peta waktu UTBK SBMPTN 2021 ya Kak. Saatnya kamu bersiap lebih matang. Kamu bisa belajar bareng temen kamu, atau kamu juga bisa panggil pengajar dari Bimbel Teladan untuk bantuin belajar persiapan UTBK SBMPTN disini.

UTBK SBMPTN 2021, Ayuk Bersiap !!!

UTBK SBMPTN 2021, Ayuk Bersiap !!!

UTBK SBMPTN 2021 jelang dimulai. Proses pendaftaran masuk perguruan tinggi negeri ( PTN) lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2021 telah ditutup. Apabila siswa dan siswi SMA tertinggal di jalur SNMPTN 2021, masih bisa mendaftar di jalur UTBK- SBMPTN 2021.

Bagi siswa kelas XII yang tak bisa ikut SNMPTN 2021, maka masih ada kesempatan ikut jalur lain yakni SBMPTN 2021. Jalur SBMPTN 2021 ini juga terbuka bagi siswa lulusan tahun 2019 dan 2020. Tentu nanti prosesnya semua akan ikut UTBK-SBMPTN 2021.

Kapan penyelenggaraannya? Melansir akun Instagram Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi ( LTMPT), berikut ini jadwal penting seputar kegiatan UTBK-SBMPTN 2021.

Jadwal UTBK SBMPTN 2021

Namun sebelum mendaftar, siswa diwajibkan meregistrasi akun LTMPT terlebih dahulu. Melansir laman Instagram LTMPT, Selasa (2/3/2021) memberitahukan siswa yang berhak melakukan registrasi akun LTMPT untuk seleksi UTBK-SBMPTN 2021 adalah lulusan 2019, 2020, dan 2021.

Peserta UTBK SBMPTN 2021 adalah lulusan 2019, 2020, 2021

“Registrasi akun LTMPT untuk UTBK-SBMPTN 2021 akan ditutup pada 12 Maret 2021, pukul 15.00 WIB,” ungkap pengumuman dari Instagram LTMPT.

LTMPT merekomendasikan kepada siswa, agar melakukan registrasi akun LTMPTN untuk UTBK-SBMPTN 2021 menggunakan perangkat laptop atau komputer. Hal itu guna menghindari kesalahan dalam pengisian data.

Jadwal UTBK SBMPTN 2021

1. Registrasi Akun LTMPT 7 Februari – 12 Maret 2021

2. Pendaftaran UTBK dan SBMPTN 2021 15 Maret – 1 April 2021

3. Pelaksanaan UTBK (2 gelombang)

Gelombang 1: 12-18 April 2021

Gelombang 2: 26 April – 2 Mei 2021 4.

Pengumuman hasil seleksi jalur SBMPTN 14 Juni 2021

Catatan: Seluruh kegiatan pada hari yang sudah ditentukan akan dimulai dan diakhiri pukul 15.00 WIB.

Pengumuman hasil seleksi jalur UTBK- SBMPTN 2021 akan diumumkan pada 14 Juni 2021.

Maka dari itu, LTMPT berharap para siswa tidak ketinggalan pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2021. Cara buat akun LTMPT di UTBK-SBMPTN 2021 Untuk melakukan registrasi akun LTMPT bisa mengakses portal LTMPT https://portal.ltmpt.ac.id/reg/siswa.

Demi memperoleh akun siswa di LTMPT, maka bisa masukkan kombinasi NISN, NPSN, dan tanggal lahir.

Untuk siswa Luar Negeri yang berasal dari sekolah non Sekolah Rakyat Indonesia (SRI) dapat menggunakan NPSN 69999999.

Di laman itu, setelah memasukkan NISN, NPSN, dan tanggal lahir, maka klik “selanjutnya”. Kemudian masukkan email aktif dan password. Ini akan digunakan untuk verifikasi akun.

Lalu klik tombol “Daftar”, maka akan muncul notifikasi aktivasi akun.

Selanjutnya, buka inbox/spam email yang dimiliki dan lakukan aktivasi akun.

Setelah akun aktif, makan lakukan login kembali ke laman https://portal.ltmpt.ac.id.

Sumber : Kompas.com, LTMPT

Butuh pengajar untuk les privat UTBK SBMPTN 2021? Klik ini sekarang

GURU DI VAKSIN, SEKOLAH MASUK JULI 2021

GURU DI VAKSIN, SEKOLAH MASUK JULI 2021

Mendikbud Nadiem Makarim menargetkan proses vaksin 5 juta guru dan tenaga kependidikan bisa selesai di akhir Juni 2021. Apabila itu tercapai, kata Nadiem, maka proses belajar tatap muka di sekolah bisa terlaksana di Juli 2021.

“Kami ingin memastikan kalau guru dan tenaga kependidikan sudah selesai vaksinasi di akhir Juni. Sehingga di Juli, Insya Allah sudah melakukan proses belajar tatap muka di sekolah,” ungkap Nadiem di Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Ilustrasi guru mengajar (Republika)

Meski sudah belajar tatap muka, bilang dia, siswa dan guru tetap mematuhi protokol kesehatan di sekolah. “Kita ini harus bisa melatih kebiasaan baru, proses belajar tatap muka di sekolah dengan protokol kesehatan yang baik,” tegas dia. Dia mengaku, guru dan tenaga kependidikan menjadi prioritas vaksinasi tahap kedua, karena siswa dan siswi sudah terlalu lama tidak belajar tatap muka di sekolah.

“Jadi esensinya itu, sekolah merupakan salah satu sektor yang sampai sekarang belum tatap muka. Dan risiko dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang terlalu lama itu sangat besar,” sebut dia. Karena risiko PJJ itu sangat besar untuk siswa, makanya Kemendikbud mengambil tindakan cepat dan gesit, agar guru dan tenaga kependidikan bisa memperoleh vaksinasi. Mungkin, lanjut dia, belajar tatap muka di sekolah tidak 100 persen akan dilakukan.

“Tapi akan terjadi bisa dua kali seminggu atau tiga kali seminggu. Tapi dengan sistem protokol kesehatan yang harus dijaga,” jelas dia.

Proses pemberian vaksin akan diberikan terlebih dahulu bagi guru sekolah dasar (SD), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Setelah itu diberikan kepada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Nah setelah itu baru diberikan kepada perguruan tinggi,” sebut dia.

Ilustrasi pemberian vaksin (Alodokter)

Dia menambahkan, proses itu dilakukan karena semakin muda tingkat sekolahnya, maka semakin sulit pula melakukan PJJ.

“Jadi mereka (SD, PAUD, dan SLB) memang yang membutuhkan interaksi fisik dan tatap muka. Walaupun belajar tatap muka di sekolah harus menggunakan protokol kesehatan dari Kemendikbud dan Kemenkes,” terang Mendikbud.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pernah mengatakan, suntik vaksin tahap kedua untuk pekerja publik. Lalu diberikan juga kepada masyarakat yang berusia di atas 60 tahun.

Pada tahap kedua pemberian vaksin, ada sebanyak 38.513.446 orang yang menjadi sasaran untuk disuntik vaksin. Dari total itu, ada sebanyak 5.057.582 orang yang akan diberi vaksin. Mereka itu adalah guru, tenaga kependidikan, dan dosen.

Sumber : Kompas.com

Paket Data Gratis Kemendikbud Berakhir Mei 2021 !!!

Paket Data Gratis Kemendikbud Berakhir Mei 2021 !!!

Ilustrasi siswa belajar daring (Kompas.com)

Paket Data Gratis Kemendikbud Berakhir Mei 2021. Pemerintah ngebut vaksinasi guru agar bisa segera dapat memulai belajar tatap muka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan subsidi kuota gratis tidak akan ada lagi setelah penyaluran terakhir di bulan Maret-Mei 2021. “Enggak ada lagi (kuota gratis), karena pada saat itu arahan Presiden Jokowi dan Menkes Budi Gunadi Sadikin untuk prioritaskan vaksinasi guru,” ungkap Nadiem secara daring, Rabu (3/3/2021).

Oleh karena, kata dia, program vaksin guru, dosen dan tenaga kependidikan akan dikebut sampai akhir Juni 2021. Hal itu dilakukan demi mengejar belajar tatap muka di sekolah pada minggu kedua dan ketiga Juli 2021. Meski pelaksanaannya akan bersifat terbatas.

“Itu yg menjadi target kita, Insha Allah dengan adanya vaksinasi ini kita tidak akan membutuhkan kuota belajar ke depan lagi karena sekolah sudah divaksin dengan tetap melakukan prokes. Dia berharap proses vaksinasi guru, dosen, dan tenaga kependidikan bisa berjalan dengan lancar. Setidaknya ada sekitar 5 juta orang yang akan melakukan vaksinasi. “Insya Allah dengan adanya vaksinasi ini kita tidak akan membutuhkan kuota gratis lagi ke depan, karena sekolah sudah divaksin dengan tetap melakukan protokol kesehatan,” jelas Nadiem.

5 juta orang guru, dosen dan tenaga kependidikan menjadi target vaksin di 2021

Di pekan lalu, Nadiem membidik pelaksanaan vaksin guru, dosen, dan tenaga kependidikan sebanyak 5 juta orang bisa terselesaikan di akhir Juni 2021. Proses vaksinasi guru dan tenaga kependidikan akan dilakukan di masing-masing dinas kesehatan yang ada di daerah.

“Vaksinasi guru dan tenaga kependidikan merupakan komitmen pak Presiden dan pak Menkes. Semoga pelaksanaan ini terlaksana dengan baik,” terang Nadiem.

Proses pemberian vaksin Proses pemberian vaksin akan diberikan terlebih dahulu bagi guru sekolah dasar (SD), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Setelah itu diberikan kepada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Nah setelah itu baru diberikan kepada perguruan tinggi,” sebut dia.

Dia menambahkan, proses itu dilakukan karena semakin muda tingkat sekolahnya, maka semakin sulit pula melakukan PJJ. “Jadi mereka (SD, PAUD, dan SLB) memang yang membutuhkan interaksi fisik dan tatap muka. Walaupun tatap muka harus menggunakan protokol kesehatan dari Kemendikbud dan Kemenkes,” terang Mendikbud.

Sumber : Kompas.com

Ujian Nasional Dihapus 2021, Apa Saja Langkah Strategis Mendikbud Nadiem Makarim?

Ujian Nasional Dihapus 2021, Apa Saja Langkah Strategis Mendikbud Nadiem Makarim?

Teka-teka pengganti Ujian Nasional (UN) terkuak sudah. Isu UN ini telah menjadi perhatian utama Mendikbud Nadiem Makarim sejak dilantik 23 Oktober 2019 lalu.

Nadiem berkeinginan UN yang menjadi momok siswa ini diganti dengan sistem lebih baik. Setelah dilakukan kajian, Ujian Nasional pada 2021 diputuskan tak lagi digelar dan diganti Asesmen Kompetensi Minimum berdasarkan numerasi, literasi, juga Survei Karakter.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR, Nadiem menerangkan tentang model yang bakal diterapkan. Dalam sistem ini, kata dia, akan tetap ada pilihan ganda.

“Contoh ada paragraf yang menjelaskan mengenai berbagai macam alasan kenapa climate change itu terjadi. Lalu ada diagram chart yang menjelaskannya. Lalu ada pertanyaan, ini masih pilihan ganda, tapi beda sifat,” kata Nadiem, Kamis (12/12/2019).

Untuk bisa menjawab pilihan ganda itu, lanjut dia, siswa harus bisa memahami paragraf. Juga mengerti argumentasi dan membaca diagram. “Sehingga mengerti apa yang dimaksudkan dari visual display diagram itu,” ujar dia.

Sementara terkait numerik, Ia mencontohkan tentang bagaimana menganalisis suatu kasus dengan prinsip matematika yang tidak rumit, namun diaplikasikan dalam suatu konteks.

“Ini masih standar tesnya. Bisa secara komputer, tentunya asesmen kita akan melalui komputer,” tambahnya.

Mantan CEO Gojek ini menegaskan, sistem ini bukan karangan dirinya. Melainkan hasil kajian selama 20 tahun dari berbagai asesmen di seluruh dunia.

“Kita dibantu oleh PISA, World Bank untuk menciptakan suatu asesmen kompetensi yang berkelas dunia. Tentunya harus kita adaptasi dengan kearifan lokal,” ujar Nadiem.

Tujuan perubahan pola asesmen juga dikemukan Kepala Litbang Kemendikbud, Totok Suprayitno. Dia mengungkapkan penerapan sistem ini sebagai tuntutan untuk masa depan anak bangsa. Di mana, kemampuan nalar siswa lebih diperlukan ketimbang penguasaan konten dan mata pelajaran.

“Ke depan dituntut kepada anak-anak kita ini untuk kemampuan bernalar, perubahannya itu. Lebih ke penguasaan skill, logic, critical thinking,” ujar dia kepada Liputan6.com, Kamis (12/12/2019).

Dalam menerapkan ini, kreativitas dari pendidik amat diperlukan. Mereka diminta tidak hanya tunduk dengan aturan serta petunjuk dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) semata, namun juga mengembangkan kemampuan lainnya.

“Sekarang creative learning, bukan sekadar dilatih lalu besok bisa. Tapi merdeka belajar dari yang hanya mengikuti petunjuk saja, berubah menjadi kreativitas,” ucap dia.

Dengan metode ini, diharapkan proses belajar mengajar akan menjadi menyenangkan. Soal yang rumit, ujar Totok, akan berubah menjadi mudah. “Kuncinya kreativitas dalam proses delivery.”

Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter ini disebutnya bakal diterapkan pada pertengahan masa pendidikan siswa. Hal ini agar motivasi anak didik terus terjaga hingga selesai pada akhir jenjangnya.

“Jadi tidak diberikan di akhir, hendaknya motivasi belajar dibangkitkan setiap saat harian. Jangan mengandalkan motivasi belajar di akhir saja,” ucap Totok.

“Dan kalau misalnya kurang baik, guru masih ada kesempatan untuk memperbaikinya, paling tidak dalam waktu setahun,” imbuh dia.

Sementara itu Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Waras Kamdi menilai langkah Nadiem Makarim hanya mengubah letak fungsi asesmen saja. Jika dulu dilakukan pada akhir jenjang pendidikan kini diterapkan saat proses pembelajaran.

“Fungsi asesmen itu selama ini sebenarnya sudah berlangsung, cuman tekanan yang berat pada sumatif untuk kelulusan siswa. Itu yang berat,” ujar dia.

Dia menilai penerapan penilaian sumatif tetap diperlukan dalam pendidikan. Hal ini sebagai cara dalam melihat capaian standar secara nasional.

“Yang pasti ujian secara nasional untuk mengukur standar itu ya tetap dibutuhkan, karena pendidikan kita berbasis standar,” ucap dia.

Waras Kamdi sebenarnya berharap terobosan Mendikbud Nadiem bukan menghapus Ujian Nasional. Tapi menghadirkan jurus teknologi yang bisa memberikan kemudahan para siswa dan guru untuk belajar. 

“Seperti platform teknologi untuk menghidupkan kelas. Guru menjadi lebih mudah mengakses berbagai sumber, terbantu melakukan fasilitasasi bagi siswa dengan memanfaatkan sumber yang bagus,” ujar dia.

Kemudian juga. lanjut Waras Kamdi, membangun jaringan belajar serta laboratorium virtual yang bisa dimanfaatkan secara bersamaan.

“Teknologi sekarang bisa melakukan itu. Mestinya ini menurut saya yang segera dieksekusi. Perhatian untuk menghidupkan kelas ini menurut saya yang harapannya memerdekakan belajar,” ujar dia.2 dari 4 halaman


Tuai Pro dan Kontra

Penghapusan Ujian Nasional menuai protes dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK. Menurut dia, semangat belajar para siswa akan turun jika ujian nasional ditiadakan.

“Itu menjadikan kita suatu generasi lembek kalau tidak mau keras, tidak mau tegas bahwa mereka lulus atau tidak lulus. Akan menciptakan generasi muda yang lembek,” kata JK saat berkunjung ke kantor Transmedia, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019.

Ujian Nasional 2021 dihapuskan bisa berdampak pada penurunan mutu pendidikan nasional

Selain itu, peniadaan UN bisa berdampak pada penurunan mutu pendidikan nasional. Dia merujuk pada riset oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan (OECD) lewat Programme for International Student Assessment (PISA).

Untuk itu, ia meminta ditunda kebijakan ini. “Oh iya pastinya (menunda penghapusan ujian nasional),” ucap dia.

Hal senada disampaikan Ketua DPR Puan. Dia meminta Nadiem tak buru-buru memutuskan UN dihapus sebelum menelaah lebih jauh wacana tersebut.

“Jangan terburu-buru kita lihat, jangan merugikan anak murid, siswa orang tua, yang pasti kualitas gurunya harus ditingkatkan,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Sementara itu dukungan penghapusan UN datang dari Presiden Jokowi. Kebijakan penghapusan UN disebutnya sudah memiliki kalkulasi tersendiri.

“Nanti sudah dihitung, saya kira kita mendukung apa yang sudah diputuskan Mendikbud,” ucap Jokowi di Tol Layang Jakarta-Cikampek, Kamis (12/11/2019).

Nantinya, asesmen juga akan diterapkan kepada sekolah dan guru serta ada survei karakter. Jokowi menjelaskan, hasil asesmen dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana tingkat sekolah di Indonesia.

ujian nasional 2021 dihapuskan, ada survei karakter

“Artinya mau tidak mau nanti setiap sekolah akan ada angka-angkanya. Yang angkanya di bawah grade tentu saja harus diperbaiki dan diinjeksi, sehingga bisa naik levelnya. Akan kelihatan sekolah mana yang perlu disuntik,” ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, kebijakan tersebut sepenuhnya ada di pemerintah pusat. Menurut dia, apabila kebijakan tersebut membuat kualitas pendidikan di Indonesia meningkat, maka akan terus dilanjutkan.

Sementara itu Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga setuju dengan penggantian sistem UN ini. Penerapan model pengganti UN ini akan diuji sebagai tolak ukur pendidikan nasional.

“Akan diuji, apakah bisa jadi alat ukur dan tingkatkan pendidikan,” ujar Ma’ruf di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Kamis (11/12/2019).3 dari 4 halaman


Hilangkan Standar Nasional?

Nadiem Makarim sebelumnya mengungkapkan alasan penghapusan Ujian Nasional pada 2021. Dia menyebut sistem ini kurang ideal dalam mengukur prestasi belajar siswa.

Nadiem berujar, materi UN juga terlalu padat. Sehingga cenderung berfokus pada hafalan, bukan kompetensi. Bahkan UN dianggap hanya membuat siswa mahir dalam penguasaan materi. Namun dalam pembentukan karakter siswa secara lebih holistik, masih terabaikan.

“Ini juga sudah menjadi beban stres antara guru dan orangtua. Karena ini berubah menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu,” ucap dia di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu 11 Desember 2019.

Padahal, kata Nadiem, semangat UN adalah untuk mengasesmen sistem pendidikan. Baik itu sekolahnya, geografinya, maupun sistem pendidikan secara nasional.

Untuk itu, ia menegaskan model ini tak diterapkan lagi pada 2021. Kemendikbud akan menggantinya dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Konsep ini merupakan penyederhanaan dari ujian nasional yang begitu kompleks. Nadiem menyatakan, asesmen digunakan untuk mengukur kemampuan minimal yang dibutuhkan para siswi. Materi yang dinilai adalah literasi dan numerasi.

“Literasi itu bukan hanya kemampuan membaca. Literasi adalah kemampuan menganalisis suatu bacaan. Kemampuan memahami konsep di balik tulisan tersebut,” kata Nadiem.

Sedangkan numerasi, ialah kemampuan menganalisis dengan menggunakan angka-angka. “Ini adalah dua hal yang akan menyederhanakan asesmen kompetensi mulai 2021,” tuturnya.

Nadiem menegaskan penghapusan UN tidak meniadakan penilaian standar nasional. Dia menilai, standar itu sudah termuat dalam kurikulum 2013.

“Dengan adanya kurikulum 2013 dan standar kelulusan level nasional, itu adalah standarnya nasional,” jelas dia saat rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR, Kamis (12/12/2019).

Lewat program Merdeka Belajar, kata dia, sekolah diberikan kedaulatan untuk menentukan kelulusan berdasarkan standar-standar itu dengan memperhatikan kondisi dan konteks pendidikan yang ada di daerah.

“Bagaimana penilaian dan bentuk soalnya itulah yang harusnya menjadi kedaulatan sekolah. Kenapa? Karena hanya sekolah yang mengetahui kapabilitas dan level dari pada anak didiknya,” tegasnya.

ujian nasional dihapuskan adalah wacana lama

Rencana penghapusan UN ini telah menjadi wacana sejak dulu. UN dianggap sebagai momok bagi para siswa dan juga menyuburkan dugaan praktik jual beli soal ujian.

Namun begitu, sistem itu selama ini hanya berubah nama tapi dengan isi yang sama.

Sejarah mencatat, sejak 1965, sistem ini digelar dengan nama Ujian Penghabisan. Setelah itu Ujian Negara (UN) yang kemudian berubah menjadi Evaluasi Tahap Nasional (Ebtanas).

Selanjutnya berubah lagi menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN) dan berganti lagi menjadi Ujian Nasional (UN). Dan model ini kembali berubah dengan nama Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Dengan sistem yang dicanangkan Nadiem ini, diharapkan bukan hanya berubah kemasan. Namun juga memberikan pengaruh revolusioner bagi masa depan generasi Indonesia.

Sumber Liputan6.com

Nah, mestinya kamu makin siap ya, ada kata ‘literasi, numerasi, survei karakter’. Sepertinya hal baru buat kamu. Yuk belajar dari rumah sama Bimbel Teladan yaa. Langsung klik s.id/carigurulesprivat untuk diskusi lebih jauh lagi.

Paket Data Gratis : Mendikbud Minta Sekolah Aktif Data Siswa agar Rasakan Kuota Gratis

Paket Data Gratis : Mendikbud Minta Sekolah Aktif Data Siswa agar Rasakan Kuota Gratis

Ilustrasi belajar online (Suara.com)

Mendikbud Nadiem Makarim meminta orangtua atau sekolah untuk aktif melaksanakan administasi pendataan siswa agar merasakan bantuan kuota gratis Kemendikbud.

Begitu juga di perguruan tinggi, pimpinannya juga harus aktif. Hal itu demi mahasiswa atau dosen memperoleh kuota gratis.

“Jadi supaya siswa atau mahasiswa bisa menikmati kuota gratis yang telah diperjuangkan oleh pemerintah pusat,” ucap Nadiem dalam keterangan resminya, Kamis (4/3/2021). Dia menjelaskan, semua kepala satuan pendidikan dan kepala dinas bertanggung jawab memberikan kuota gratis kepada murid atau mahasiswa. “Bila ada tantangan, kami di pusat siap bantu dan dukung,” sebut dia.

Nadiem memastikan, Kemendikbud tidak pernah menyalurkan kuota gratis internet ke pihak sekolah atau universitas. Kuota gratis, bilang dia, langsung diberikan ke nomor ponsel para siswa, guru, mahasiswa, dan dosen yang aktif dan terdaftar di Dapodik atau PDDikti. “Yang meregistrasi nomornya adalah sekolah dan universitas karena Kemendikbud harus mengikuti data di Dapodik dan PDDikti,” jelas dia.

Besaran paket data gratis

Besaran kuota gratis memang mengalami penurunan di tahun ini, bila dibanding perolehan tahun lalu. Namun, kuota gratis yang diperoleh lebih fleksibel karena berbentuk kuota umum. Sedangkan kuota belajar sudah tidak ada lagi.

Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) akan memperoleh volume kuota sebanyak 7 gigabyte (GB) per bulan. Tahun lalu, mereka memperoleh 15 GB per bulan. Siswa pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh volume kuota sebanyak 10 GB per bulan. Di tahun lalu memperoleh 35 GB per bulan. Sementara untuk guru PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah akan memperoleh 12 GB per bulan. Program kuota gratis tahun lalu mendapatkan 42 GB per bulan. Sedangkan untuk mahasiswa dan dosen akan memperoleh kuota sebanyak 15 GB per bulan. Pada tahun lalu, mereka mempeorleh kuota gratis sebanyak 50 GB per bulan.

Meski berbentuk kuota umum, penerima kuota gratis tidak bisa mengakses laman Instagram, Facebook, dan TikTok. Kuota gratis itu juga tidak bisa digunakan untuk membuka aplikasi game dan situs yang telah diblokir oleh Kemenkominfo.

“Untuk aplikasi Zoom dan YouTube bisa digunakan. Yang benar-benar kita kecualikan itu untuk entertainment. Jadi yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan tidak bisa digunakan,” jelas dia.

Tanggal penyaluran kuota gratis

Bantuan kuota gratis akan disalurkan pada tanggal 11-15 setiap bulannya dan berlaku selama 30 hari sejak kuota gratis diterima. Bagi yang sudah menerima kuota gratis di November-Desember 2020, maka mereka dipastikan akan menerima kembali. Kecuali, mereka yang mengggunakan kuota gratisnya di bawah 1 GB. “Itu mereka tidak terima lagi, kita berasumsi bahwa mereka tidak membutuhkan,” ungkap dia.

Bagi yang belum menerima atau nomornya berubah, setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan.

Pertama, calon penerima harus melapor kepada pimpinan satuan pendidikan sebelum bulan April 2021, agar bisa memperoleh bantuan kuota gratis. “Jadi siswa atau guru bisa melapor ke pimpinan sekolah maupun perguruan tinggi, agar dapat dan merasakan kuota gratis dari pemerintah,” ujarnya.

Kedua, pimpinan atau operator sekolah dan perguruan tinggi harus mengunggah SPTJM untuk nomor yang berubah atau nomor baru yang akan memperoleh kuota gratis.

Halaman unggahnya di http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id (untuk sekolah) atau http://pddikti.kemdikbud.go.id (untuk perguruan tinggi).

Sumber : Kompas.com